Nightmare

1086 Words

    Kacy mengerjapkan mata perlahan dan membukanya. Kepalanya masih sangat pusing. Gelap, hanya itu yang dapat dia lihat. Paru-parunya terasa sesak. Tempat ini begitu pengap dan dia tidak dapat melihat apa-apa. Kacy mengatur napasnya yang terengah-engah. Seluruh tubuhnya tidak dapat bergerak karena diikat kuat sekali di bangku. Setidaknya dia butuh sedikit cahaya untuk mengetahui dimana dia berada dan membuatnya tidak sesak seperti sekarang. Terakhir yang dia ingat adalah pertandingan baseball dan sepak bola yang dia saksikan yang berakhir kemenangan. Rasanya dia akan pingsan lagi atau mati kehabisan napas. Belum lagi rasa takut dan panik menambah semuanya. Tiba-tiba lampu di tempat itu menyala satu persatu dari tempat dia terikat sampai ke ujung ruangan. Ada seseorang berdiri di sisi ujun

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD