Bab-108

1068 Words

Suara langkah kaki kembali terdengar dari luar. Kali ini lebih cepat, lebih mantap. Jesslyn yang sedari tadi duduk diam, langsung mengangkat kepala. Matanya memerah karena kurang tidur, tapi nyalanya belum padam. Ia masih berusaha melepaskan ikatan di tangan, luka di pergelangannya semakin dalam, darah mengering di kulitnya. Bunyi kunci berputar lagi. Pintu besi terbuka, menampakkan sosok yang tadi hanya berbicara dari balik cahaya..Hanna masuk dengan langkah ringan, seolah yang dihadapi bukan seseorang yang diculik, melainkan tamu yang tidak diundang. “Masih di sini juga, Jess?” ucapnya pelan sambil menyandarkan diri di pintu. Wajahnya cantik tanpa cela, rambutnya disisir rapi, pakaian mahal yang mencolok bahkan tampak kontras dengan ruangan kotor ini. Ia memegang gelas kecil berisi a

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD