Langit pagi itu terlalu cerah untuk hati yang mulai gelisah. Gedung Miller berdiri tegak dengan kaca-kaca bening yang memantulkan sinar matahari, seolah tidak ada apa-apa yang berubah. Tapi bagi Jesslyn, langkahnya terasa berat sejak menjejakkan kaki di lobby. Pikirannya tiba-tiba penuh dengan sesuatu yang Jesslyn sendiri tidak tahu apa yang ada dipikirannya. Biasanya, suara sapaan dari resepsionis terdengar ramah. Hari ini, hanya ada tatapan yang menelusuri dirinya dari ujung kepala sampai kaki. Beberapa pegawai yang biasa menyapanya kini pura-pura sibuk di depan komputer atau menunduk menatap layar ponsel. Ada apa? Apa ada sesuatu yang terjadi dan Jesslyn tidak tahu? Jesslyn menarik napas pelan, mencoba menenangkan diri. Ia berusaha meyakinkan dirinya bahwa ini cuma perasaan — efek

