Langit malam menurunkan sinar pucat yang jatuh di halaman depan rumah keluarga Miller. Lampu taman yang berderet di sepanjang jalur batu menerangi sosok Jesslyn yang melangkah pelan menuju pintu besar itu. Gaun kerjanya masih ia kenakan, meski sudah lusuh karena hari yang melelahkan. Jemarinya menggenggam tas kecil, sementara napasnya terasa berat — bukan karena lelah, tapi karena tekanan yang tak bisa dijelaskan. Pintu terbuka sebelum ia sempat mengetuk. Seorang pelayan menunduk sopan. “Selamat malam, Nona Jesslyn. Madam Yoora sudah menunggu di ruang tamu.” Jesslyn hanya mengangguk, lalu melangkah masuk. Aroma bunga lili memenuhi udara — lembut, tapi entah kenapa terasa mencekik. Ia merasa tidak nyaman dengan tempat ini, dan rasanya aneh tiba-tiba sekali Yoora menghubunginya dan memint

