Bab-59

1158 Words

Keesokan pagi, di kantor cabang terasa lebih berat dari biasanya. Jesslyn berusaha menyibukkan diri dengan menatap layar monitor, jari-jarinya mengetik cepat, padahal pikirannya masih tertinggal di malam sebelumnya. Bayangan Sabian yang tiba-tiba datang, lalu adu tatapan dengan Christian, berulang-ulang memutar di kepalanya. Suara langkah sepatu terdengar mendekat. Jesslyn menegakkan punggung, pura-pura fokus, sampai suara itu berhenti tepat di samping meja kerjanya. “Jess, bisa ngobrol sebentar?” suara itu dalam, tegas, tapi tetap sopan. Sabian. Jesslyn menoleh, menelan ludah. Rekan-rekan sekantor yang duduk tak jauh langsung melirik, seolah mencium ada hal penting yang akan dibicarakan. Jesslyn buru-buru berdiri. “Iya, ayo ke ruang rapat kecil.” Mereka masuk ke ruangan dengan pintu k

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD