"Pagi, Bun." ucap Arkanza mendudukkan dirinya di kursi meja makan. "Pagi, sayang." Heni mengecup kening putranya. Setelah itu, mengambil roti tawar dan mengolesinya dengan selai kacang. Selai kesukaan Arkanza. "Bunda, Eleen kok nggak dicium juga, sih?" rajuk Eleena yang baru tiba di ruang makan. Heni terkekeh. Setelah selesai, dia pun mengecup kening putrinya. Kemudian, dia memberikan roti tersebut pada putra dan putrinya. Tak lama, suaminya tiba dengan jas yang disampirkan di tangannya. "Ayah mau pake selai apa?" tanya Heni pada suaminya yang menuangkan air putih ke dalam gelasnya. Hardi tersenyum smirk. "Ayah mau diselai Bunda aja, deh." ucapnya tertawa. Arkanza dan Eleena menautkan kedua alisnya. Mereka masih tak memahami maksud ucapan Ayah. Berbeda dengan Bunda yang mendengus

