"Eleena...." teriak Meisya merentangkan tangannya, menyambut kedatangan temannya di gerbang sekolah. Eleena berlari mendekatinya, lalu memeluknya erat. Ada rasa haru yang menyelinap masuk di hatinya. Jujur saja, dia baru merasakan pelukan seorang teman. Setelah melepas pelukannya, mereka beranjak menuju kelas. Meninggalkan seorang pemuda yang berlari kecil mengejar keduanya. "Woy!! Lo berdua!! Tungguin gue napa?!" teriaknya berhasil menghentikan langkah dua gadis tersebut. Eleena dan Meisya membalikkan tubuh bersamaan. Mereka mendapati seorang Arkanza yang berjalan dengan wajah cemberut mendekati keduanya. Setibanya, Arkanza memberikan sebuah kotak makan pada saudarinya yang tertinggal di mobil. "Ini bekal lo ketinggalan." ucapnya memberikan kotak makan pada Eleena. "Terimakasih,

