Sudah seminggu lamanya, Eleena menjaga jarak dengan saudaranya. Meskipun sulit, dia tetap melakukannya. Karena dirinya ingin Arkanza dan Meisya menjadi sepasang kekasih. Begitu juga dengan dirinya dan Dion. Akhir-akhir ini, hubungan mereka semakin dekat. Dion sering menjemput dan mengantarnya pulang. "Pagi, Kak." sapanya pada seorang pemuda yang duduk di atas motornya. "Pagi." sahutnya sambil mengacak rambut Eleena. Eleena memanyunkan bibirnya. Rambutnya menjadi berantakan karena ulah pemuda yang dicintainya. "Maaf, maaf." ucap Dion merapihkan kembali rambut gadis di depannya. Mereka tak menyadari, jika ada sepasang mata yang terus memperhatikan keduanya. Rasa sesak di dadanya semakin menjadi. Dia terus menahannya, entah sampai kapan. Yang pasti, dirinya sangat tersiksa dengan ke

