Tak! Tak! Tak! Suara pisau dapur yang menyentuh talenan terdengar begitu nyaring. Pisau itu sedang berada di tangan Aileen. Ia menggunakan pisau itu untuk memotong tomat dan sayuran lainnya. Aileen yang masih mengenakan dress tidurnya terlihat begitu cekatan mengiris bahan-bahan masakan yang akan ia olah menjadi makanan. Rambutnya yang tadi tergerai, sekarang sudah rapi dan ia cepol tinggi. Sebab gadis itu merasa tidak nyaman jika rambutnya tergerai disaat sedang mengerjakan sesuatu, terutama memasak. "Mbak!" Tiba-tiba Siska menyusul kakaknya ke dapur. Ia sudah terlihat rapi dengan setelan seragam putih abu-abunya dan tas ransel berwarna hitam yang tampak nangkring di punggungnya. "Hem?" Aileen menoleh. Menghentikan sejenak aktivitas memotong sayurnya. "Aku pergi dulu, ya. Maaf aku ga

