Aileen menghentak-hentakkan kakinya karena kesal. Dengan bibir manyun, ia terpaksa mengikuti langkah Axel yang beranjak dari hadapannya. Axel yang kala itu mengenakan Hoodie berwarna cream, berjalan dengan santainya. Ia tahu kalau di belakang, Aileen sedang manyusul langkahnya. Itu sebabnya laki-laki itu berjalan pelan dan tidak memperlebar langkah kakinya seperti biasa. Axel terus menyusuri jalan setapak yang tadi ia lalui bersama Aileen. Pria itu berjalan begitu cool. Kedua tangannya ia sembunyikan di masing-masing saku Hoodie yang ia kenakan. Sedangkan kepalanya juga sengaja ia tutup dengan penutup kepala yang memang menyatu dengan Hoodie miliknya. Sampai langkah mereka memasuki kawasan permukiman warga, Axel secara sengaja memperlambat langkahnya. Ia terlihat senyam-senyum tak karuan

