Isabell membuka pintu kamarnya dan ia melihat sosok Vallen yang hanya mengenakan kemeja dimana bagian lengannya sudah di lipat hingga siku. Benar yang di katakan oleh Tom kalau dia tetap menunggunya di luar. Vallen terlihat sibuk dengan laptop yang ada di pangkuannya, ia terlihat sibuk mengerjakan sesuatu di laptopnya. Isabell berjalan keluar dan menutup pintunya membuat Vallen menoleh saat mendengar suara pintu tertutup. “Kamu? Kamu mau kemana?” tanya Vallen menutup laptopnya dan beranjak dari duduknya. “A-aku ingin berjalan-jalan. Aku bosan di kamar terus. Bolehkan?” tanya Isabell entah kenapa menjadi gugup dan rasa juteknya sudah menghilang entah kemana. “Boleh. Apa mau aku temani?” tanya Vallen. Isabel

