“Apa kamu sama sekali tidak mengenali suara ini, Yora.” Deg Cengkraman Isabell melemah dan itu kesempatan Vallen menarik tangan Isabell menjauh dari lehernya dan menjatuhkan pisau di tangan Isabell. Kini Vallen berbalik badan menghadap ke arah Isabell yang menatapnya dengan tatapan kaget. “Ja-jadi kamu menyamar sebagai Wiskey?” serunya menatap Vallen dengan tatapan kecewa sekaligus terluka. Entah kenapa melihat tatapan itu malah membuat Vallen sedih dan kesal. Kenapa malah wajah pria lain yang di harapkan Isabell, sedangkan ia takut melihat wajah Vallen sendiri. “Kamu menipuku!” pekiknya. “Kita bisa bicarakan ini semua baik-baik,” seru Vallen. “Sekarang beristirahatlah, lukamu belum sembuh total.”

