Episode 22

1095 Words

Vallen terbangun dari tidurnya. Ia menatap langit-langit ruangan dimana hanya lampu yang menyala terang. Ia menggeram saat tubuhnya terasa sakit dan ngilu. Entah tulang bagian mana yang hancur dan patah. Rasanya seluruh tubuhnya telah hancur, tetapi tidak dengan hatinya yang kini sedikit demi sedikit mulai tertata kembali. Ingatan Vallen melalang buana ke kejadian tadi siang dimana Isabell menangis terisak penuh kepiluan. Bahkan ia meminta Vallen berjanji untuk tidak membuatnya takut dan meninggalkannya. Semua kata-kata yang Isabell katakan entah kenapa membuat hati Vallen merasa bahagia. Apa itu berarti dirinya telah di terima oleh hati Isabell?                 Suara nafas halus menyadarkan lamunan Vallen dan membuat ia menoleh ke sampingnya. Ternyata Isabell tertidur dengan posisi duduk

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD