Episode 34

1257 Words

Vallen duduk termenung seorang diri di depan kamar jenazah dimana mayat Isabell berada. Ia belum mengganti pakaiannya sejak semalam dan bahkan ia tidak membiarkan siapapun mengobati lukanya. Ia hanya diam duduk dengan bersandar ke dinding di samping pintu. Pandangannya dingin dengan mata memerah dan sesekali air mata jatuh membasahi pipinya.                 Semua musuh telah di amankan. Dan Valle sudah dalam perawatan dan sekarang sedang di temani oleh Arinka. Tom belum melakukan apapun untuk persiapan pemakaman Isabell. Ia masih belum bisa menganggu Vallen yang seakan kehilangan kesadarannya.                 Flashback On                 “Hu hu hu hu….”                 Vallen melihat seorang anak perempuan tengah menangis memeluk kedua lututnya.                 “Hei, kenapa kau menang

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD