Saat ini Isabell memasuki ruang penjara bawah tanah dimana Sanats di sekap. Setelah perundingan panjang, akhirnya rencana pun di tentukan. Walau Vallen tidak setuju, Isabell tetap harus menemui Sanats. “Yora,” seru Sanats saat melihat kedatangan wanita itu. Sanats tampak duduk di atas kursi besi yang cukup panjang dan yang juga di gunakan untuk tidur. Kedua tangan Sanats tampak di borgol membuatnya tak akan mampu berbuat macam-macam. “Namaku Isabell,” jawab Isabell. “Cih, bagiku kau tetaplah Yora,” seru Sanats dengan sinis. “Ada apa kau kesini. Kalau kau ingin memintaku memberitahu keberadaan King. Sebaiknya kau pergi saja, karena aku akan tetap bungkam,” seru Sanats. “Kau begitu setia padanya. Padahal sekarang kau di sini

