Suasana di ruangan itu begitu tenang, cahayanya cukup remang, dan terasa amat mencekam. Dua orang sedang duduk, mereka menatap ke arah pintu, dan mengamati seseorang yang baru saja tiba. Senyum tidak mereka rangkai, hanya ada aura kelam yang digunakan sebagai senjata untuk mengintimidasi lawan. Mereka kemudian menghela napas, lalu duduk lebih tegak kala orang yang di tunggu sudah tiba. Sementara itu ... di sisi orang yang sudah menjadi objek penantian. Ia gugup, tetapi ia juga tak ingin lari. Dengan semua kekuatan hati yang tersisa, ia akan menghadapi masalah di depannya. Setelah Geisha sampai ke rumah, ia harus melihat kedua orang tuanya yang sedang duduk dengan wajah serius. Entah apa yang mereka pikirkan, tetapi Geisha sangat yakin jika hal itu berkaitan dengan masalah gosip yang sud

