“kau sedikit berbeda dengan ekspektasi yang kuharapkan dari kakakmu,” ujarnya ringan. Rein memutar bola matanya. Pertemuan mereka bisa dibilang lebih pada sebuah kebetulan semata. Dia mengenal perempuan itu sebab dimasa lalu ketika dia menginjak sekolah menengah dia pernah bersama Erwin. Bisa dibilang mantan kekasih Erwin yang dahulu pernah dia godai hanya demi mendapatkan perhatian sang kakak. Mereka sering bertukar kabar setelahnya, lalu kemudian tidak disangka mereka kembali bertemu disuatu tempat dipusat kota untuk bertemu. Perempuan itu berpenampilan lebih dewasa. Karena ya kenyataannya memang dia lebih dewasa dari pada Rein. “Aku punya herbal bagus untuk pasangan suami istri. Apa kalian sudah punya anak? Aku punya herbal yang bersahabat juga untuk anak-anak,” ada satu moment diman

