Bayi Adam.

1234 Words
Waktu terus berjalan, Kehamilan Ayu sekarang sudah memasuki usia sembilan bulan. Menurut perkiraan Dokter kandungan, Dia akan melahirkan seminggu lagi. Ayu sangat merindukan Keluarganya, Ayu ingin sekali Saat Melahirkan Ibu nya di sampingnya menemani. Tapi Alex tidak mengijinkan semua orang tahu tempat persembunyian mereka. "Kenapa kamu selalu melamun belakang ini Ayu?" Tanya Alex saat mereka sarapan. "Tidak tuan, Saya sangat merindukan Keluarga saya di kampung, bagaimana kabar mereka" Jawab Ayu sambil menitikan Air mata tanpa Ia sadari. "Sebentar lagi kamu melahirkan Ayu, Sabarlah. Perjalanan jauh sangat berbahaya untuk kandunganmu" Ucap Alex menenangkan Ayu. "Baik Tuan.." jawab Ayu sambil mengusap Air matanya. "Hari ini aku akan keluar sebentar, Aku akan tiba malam hari. Jaga dirimu baik baik.." Ucap Alex. Ayu mengangguk. Sekitar pukul sepuluh siang Alex meninggalkan Resort dengan Sandi Pengelola resort baru dan Meninggalkan Ayu di kamar. Karena Jenuh Ayu keluar Kamarnya dan berjalan ke Dapur resort. Alex sudah melarangnya melakukan aktifitas melelahkan tapi Ayu sangat jenuh sehingga dia selalu membantu di Dapur resort. Saat Berdiri di dapur mengiris sayuran Ayu merasa perutnya tiba tiba sangat sakit, Dia duduk di kursi Dapur untuk menahan sakitnya. "Nyonya Ayu Apa nyonya baik baik saja?" tanya Indah Pelayan resort. "Entahlah tiba tiba Perutku sangat sakit indah, Pinggangku juga. Sepertinya Aku akan melahirkan" Jawab. "Bukannha perkiraan Dokter seminggu lagi? Baik Nyonya saya panggil ketua pelayan kesini" Indah berlari mencari ketua pelayan. Tak lama Pak Agus datang, Dia ketua pelayan disini, Laki laki berumur 45 tahun. "Nyonya Apa bisa menahan sebentar, Saya akan menghubungi tuan Alex"Ucap Pak Agus Panik. Ayu terlihat sangat kesakitan dia mengelus perutnya. Pak Agus terus menghubungi Alex dan ternyata Ponselnya tidak bisa di hubungi. Alex kedaerah terluar wilayah tersebut sehingga sinyal susah di jangkau. Ayu di bantu pelayan wanita lainnya berjalan ke kamarnya. Saat tiba dikamar ada Cairan yang keluar dari sela kakinya. "Sepertinya Air ketubannya sudah pecah Indah, sakitnya mulai intens" Ucap ayu. "Pak Agus sudah memanggil Bidan di sini Nyonya. Dokter kandungan jauh dari sini. membutuhkan waktu lama untuk sampai kesini." Ucap Indah. Ayu sekarang sudah dalam posisi tidur di kasurnya, Indah sangat cemas. Dia terus menggenggam Tangan Ayu. Yang terus mengeluh kesakitan. Tak lama Bidan Ningsih datang. "Nyonya Apa boleh saya cek pembukaannya jalan lahir bayinya?" Ayu mengangguk sambil meringis kesakitan. Bidan Ningsih memeriksa Pembukaan Jalan lahir Bayi. "Sudah pembukaan 3 Nyonya, bertahanlah. Semoga Pembukaan selanjutnya tidak terlalu lama sehingga Bayi cepat keluar" Semua pelayan Resort sibuk karena nyonya pemilik Resort akan melahirkan. Alex tidak mengetahui istrinya akan melahirkan. Dia tidak bisa di hubungi. Beberapa jam kemudian.. Ayu masih sangat kesakitan, Peluh memenuhi tubuhnya. Rasa sakit sangat menyiksanya. Tapi Ayu senang dia akan bertemu Bayi nya sebentar lagi sehingga dia hanya menahan sakit. Bidan kembali memeriksaa pembukaan jalan lahir. Ternyata sudah pembukaa delapan. Karena sudah dirasa Siap untuk melahirkan bayi, Bidan membimbing Ayu untuk mengejan. "Baik..Nyonya sekarang Tarik nafas dan Siap mengejan.." Ucap bidan Ningsih. "Eeeee..." Suara Ayu mengeja dengan wajah penuh peluh. "Ayo bu lagi..pelan pelan tarik nafas.." Ucap Bidan Ningsih. "Aa...." Suara Ayu seperti ingin menyerah. Tak lama..Suara bayi menangis. "Selamat Nyonya, Bayinya laki-laki" Ucap Bidan Ningsih. Ayu tersenyum dengan muka lelah. Perasaan bahagia dan Haru menyelimuti hatinya. Bidan membersihkan Bayi nya dan setelah seleai memotong ari-ari. "Nyonya silahkan Susui Bayi anda, Sepertinya bayinya Haus. Ayu membuka kancing Dress bagian depan dan mengeluarkan Payudaranya. Bayi dengan naluri Alami mulai menyusui. " Ah..sakit.." pekik Ayu menahan sakit saat p****g nya di isap oleh bayi Laki lakinya. "Wajar Nona, Saat pertama menyusui pasti sakit karena belum terbiasa" Ucap Bidan tersenyum. Ayu memandang wajah Bayinya, Bayi mungil dengan Hidung mancung dan bibir mungil. Sangat Mirip dengan Alex. Serasa Mimpi bagi Ayu bisa mempunyai Anak dari Alex. Dulu dia menikah karena terpaksa, bahkan malam pertama mereka sangat menyakitkan bagi Ayu. Sekarang telah lahir..Alex Junior. Alex ingin memberi nama Anak mereka Adam Barayev Wijaya dengan Arti anak laki laki pertama pemberani. Hari mulai petang, Ayu sibuk menyusui bayinya. Alex belum pulang ke resort. Bahkan tidak tahu Anak laki-lakinya telah lahir. Ada perasaan Khawatir kenapa Alex belum datang ke Resort. ***** Keesokan Paginya. . Ayu bergadang sepanjang malam, Bayinya bahkan tidak lepas dari pangkuan Ayu. Pak Agus menghubungi Alex berkali-kali tapi tidak tersambung. Ayu tidak punya Ponsel, Alex melarangnya. Ayu sedih kenapa Alex pergi dari kemarin dan tak kunjung datang . Ayu berpikir positif..Mungkin Alex di daeraha yang tidak terjangkau sinyal. Tak lama Pelayan Alex yang ikut bersama Alex datang, Pak Agus menghampiri. "Tuan sandi dimana Tuan Alex..?" Tanya Pak Agus. "Tuan Alex Kemarin mengunjungi tempat untuk resort baru, Tapi Dia tiba tiba di hubungi Seseorang dan Tuan Alex langsung pergi menuju bandara" Jawab Sandi pengelola resort yang baru. "Bisakah kau menghubungi tuang Alex?" Tanya Pak agus "Ponselnya di berikan padaku, Dia tidak membawa ponsel sekarang" jawab Sandi. Pak Agus mengeritkan dahinya, Tanpa berpamitan dia berlari ke kamar Ayu. Tampak Ayu menggendong Bayinya Pak Agus datang dan menceritakan semuanya pada Ayu.. Terlihat muka kecewa Ayu saat mendengar Alex pergi tanpa pamit. Dia berjanji akan kembali semalam, tapi Dia pergi tanpa memberitahu tujuannya. Ayu menangis sambil mencium pipi bayi mungilnya, Kenapa kebahagiaan harus berdampingan dengan kesedihan secara bersamaan. Pak Agus meninggalkan Ayu berdua dengan Bayinya. Tak lama Indah datang untuk menemani Ayu. "Nyonya jangan menangis, nanti Asinya susah keluar, tuan pasti punya Alasan kenapa pergi tanpa pamit" Ucap Indah. Ayu Tersenyum mendengar ucapan Indah. ------- Kesibukan menJadi Ibu baru dan mengurus Adam membuat Ayu sedikit melupakannya. Pasca Seminggu melahirkan bayinya, Ayu sudah terbiasa dengan mengurus bayi. Semua kebutuhannya tercukupi di Resort ini. Setidaknya Ayu merasa lebih dari cukup. Dia kelelahan karena begadang sepanjang malam, Sambil menyusui Adam dengan posisi miring Ayu tertidur. Terasa seperi mimpi ada yang mengusap Pipi nya, Sangat lembut. Dia membuka matanya dan ternyata.. "Tuan Alex.." Ucap Ayu dengan mata sayu menatap seseorang di hadapannya. ."Apakah ini mimpi?" Tanya Ayu dengan posisi yang sama. "Ini aku suamimu Ayu" Jawab Alex. Seketika Ayu mengangkat kepalanya karena kaget. Ternyata ini bukan mimpi seperti sebelumnya. Ayu langsung mengendong Adam dan duduk di ranjang..Alex berjongkok dan memandang Bayi nya. "Bayi kita sangat manis Ayu" Ucap alex sambil memandang Anaknya. "Iya Tuan" Jawab Ayu sambil terisak. "Hus..Jangan menangis" ucap Alex Sambil memeluk Pelan Ayu. "Maafkan Aku Ayu, aku tidak tau kamu melahirkan saat aku pergi. Karena ada urusan penting aku melewatkan hari kelahiran anak kita, Adam" ucap Alex masih sambil memeluk dan memegang kepala Ayu. "Aku tahu pasti tuan tidak akan meninggalkan saya yang sedang mengandung Anak tuan" Jawab Ayu masih terisak. Alex melepas pelukannya dan menggendong Adam di pangkuannya. Adam sangat mirip dengannya saat kecil. "Tuan.." Ayu memanggil alex "Bisa kah kau memanggilku Ayah Adam?Aku suamimu dan Ayah anakmu.sampai kapan kau menyebutku tuan" Ucap Alex. "Baik lah..Ayah Adam" Ucap Ayu gugup. Alex mengecup Kening Ayu. Dia sangat merasa bersalah meninggalkan Ayu sendiri disini dan melahirkan tanpa ada dia di sampingnya. Tapi itu semua bukan tanpa alasan, Ayah Bella mengacau dan hampir mencelakakan Ayah nya. Sehingga Alex harus turun tangan. Dia takut ponselnya sadap saat membawa ponsel keluar wilayah resortnya. Alex akan membawa Ayu dan Adam saat semua keadaan aman, Bella memang sudah mengikhlaskan Alex tapi orang tua Bella sangat membenci Alex karena mencampakam Anaknya. Alex berniat menghancurkan Ayah bella Tanpa Ampun karena sudah berniat mencelakakan Orang tua nya. Banyak rencana Alex untuk keluarga kecilnya, Tapi Alex harus meluruhka hati Ibu nya agar mau menerima Ayu dan bayinya. Seperti apa reaksi Ibunya saat bertemu Ayu dan Adam?? Bersambung..
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD