Aku merindukan suami&Anakku..

1741 Words
Semenjak melahirkan sampai Adam berumur Hampir 5 bulan, Ayu selalu di dalam rumah. Sibuk sebagai Ibu baru dan mengurus Adam. Hari ini ada Acara Ulang tahun Perusahaan Ayahnya Alex. Sebagai Istri Alex maka Ayu harus tampil Sempurna di hadapan Tamu. Ayu di ijinkan pergi ke Salon untuk perawatan dan mempercantik diri. Alex mempersiapkan Gaun Merah beludru lengan panjang dengan desain simple tapi anggun mengikuti Lekuk tubuh Ayu yang kecil. Dia tidak suka istrinya memakai Gaun yang terlalu glamor dan seksi. Semua orang dari kalangan Atas dan Pers akan hadir di Acara ini. Ayu sangat gugup karena pertama baginya di perkenalkan sebagai keluarga Wijaya dan Istri Steve secara umum. Hari mulai gelap, Beberapa pelayan sudah sibuk menyiapkan hidangan di Ballroom Hotel yang di hias begitu mewahnya. Ayu sudah siap dengan Gaun merahnya, Rambutnya yang lurus di buat bergelombang. Hari ini Ayu terlihat sangat cantik membuat Siapa yang melihatnya akan tidak menyangka dia Adalah ayu gadis sederhana. Ayu masuk ke Ballroom bersama Alex. Alex menggunakan Taxedo Hitam pekat dan dasi kupu dengan rambut tersisir Rapi.Begitu juga Adam menggunakan pakaian Persis Ayahnya. Semua keluarga dan Tamu undangan Berkumpul dan mendengarkan Ayah Alex yang memberikan sambutan. Semua kolega bisnis Ayah Alex dan Alex Hadir termasuk Ayah Bella. Terlihat dia menatap Ayu dengan sinis. Ayu sangat gugup dengan tatapan Semua orang kepadanya tapi dia merasa bahagia di Akui sebagai menantu di keluarga Wijaya. Pesta berjalan Sempurna, Adam di Asuh oleh Ibu mertua Ayu karena Teman sosialitanya sangat gemas dengan tingkat Lucu Adam. "Maaf Nona Ayu..Saudara Nona datang dari Kampung dan ingin bertemu di luar" ucap pelayan hotel kepada Ayu. "Benarkah itu?Dimana mereka? Tanya Ayu. Tanpa bertanya Ayu menuju luar ruangan Ballroom. Ternyata diluar banyak tamu dan Ayu sangat sulit mengenali orang-orang di sekitarnya Tiba-tiba Laki-laki tinggi besar mendekati Ayu dan menodongkan Pistol di perut kiri Ayu. "Ikuti Aku atau Peluru di Pistol ini mengenai ginjalmu" Ucap Pria tersebut Pelan. "Ba...ik..lah.."Ucap Ayu gugup dan ketakutan. Ayu dan laki-laki tersebut berjalan beriringan seperti biasa menuju sebuah mobil yang telah di siapkan di depan Ballroom hotel. "Ayo jalan" Ucap laki-laki tersebut kepada Supir. Ayu sangat takut dan gemetaran, Dia tahu sekarang dia dalam bahaya. Dia memikirkan Adam yang membutuhkan ASI nya. "Tolong Lepaskan Aku, Anakku pasti kelaparan karena dia hanya meminum ASI ku" ucap Ayu memohon. "Keluarga suamimu kaya raya, pasti mereka bisa membeli s**u Formula beribu-ribu kotak untuk Anakmu" Ucap Laki-laki berahang tegas dan Berhidung mancung. Tangan Ayu diikat ke belakang dan Selembar kain di dililitkan untuk menutup mata Ayu. Ayu sangat berharap Alex menyadari ketiadaan di pesta itu dan segera mencarinya. Setelah berjalan cukup lama Ayu di paksa turun dan di bawa ke sebuah kapal Laut. Ayu sudah Pasrah dengan hidupnya dan terus merapalkan Doa agar Tuhan membantunya. Ayu tidak tahu dimana dia sekarang, Dingin sangat menusuk kulitnya Belum lagi perih di perutnya karena lapar karena semenjak siang dia hanya memakan buah potong untuk mengganjal perutnya. Yang di pikirkannya hanya Adam..Pasti dia kelaparan karena Adam tidak pernah mau di beri s**u formula. Ayu tertidur dengan Posisi duduk, Tangan terikat dan Mata tertutup. "Hai Ayo bangun" Ucap Seseorang laki-laki yang membawanya dari pesta. Ayu di tarik paksa untuk terbangun, Dia terasa lelah dan lemas. "Sepertinya hari sudah mulai pagi karena ada sedikit sinar yang masuk melalui celah Penutup mataku" Gumam Ayu. "Bolehkah aku meminta makanan?" Ucap Ayu kepada orang di sampingnya. "Nanti kalau sudah sampai" ucap Laki-laki tersebut. "Berapa lama lagi kita sampai?" Tanya Ayu. "Sebentar lagi" jawabnya. Ayu merasa dia di dalam mobil dan membawanya jauh dengan jalan sedikit terjal. Ayu bingung kenapa dia di culik, apa ini berhubungan dengan Suaminya. Setelah perjalanan selama beberapa jam mobil berhenti dan membawa Ayu keluar. penutup mata Ayu di buka dan ternyata dia berada di depan sebuah bangunan seperti penginapan tapi dia tidak tahu dia dimana sekarang. "Ayo masuk" Perintah Laki-laki tersebut. Ayu dengan gaun merah, Rambut dan muka Lusuh masuk ke Dalam Bangunan tersebut. Disana tersedia nasi dan Ikan goreng. Sepertinya baru saja di masak. "Makanlah" Ucap Laki-laki tersebut. Ayu makan dengan lahap karena sangat benar benar lapar. Setelah menyelesaikan makannya dia berdiri dan mulai mencari orang yang membawanya kemari. Ternyata orang tersebut di luar sedang menikmati sebuah minuman dan merokok. Ayu mencoba membuka Pintu ternyata di kunci dari luar. "Tuan..Bolehkah aku ke Toilet?" Teriak Ayu dari dalam ruangan. "Pergilah" Jawab Laki-laki tersebut. Ayu berjalan ke menuju Toilet dan membersihkan dirinya di Westafel dan melihat dirinya di cermin. Dia menangis merindukan anaknya yang pasti sangat membutuhkannya bahkan Asi ny terus menetes karena sehari semalam tidak di keluarkan dan itu sangat menyiksa. "Mama Merindukanmu Adam..Hiks..Hiks.."Ayu menangis meratapi nasibnya sekarang jauh dari anaknya. ***** Terjadi kegaduhan saat Alex menyadari Ayu tidak di temukan di manapun. Apa yang di khawatirkan Alex akhirnya terjadi, Ayu menghilang. Semua CCTV di sadap dan mati saat Malam Ayu menghilang. Alex sangat khawatir dengan Ayu yang begitu polos disakiti oleh Orang lain atau bahkan lebih buruk lagi yaitu dibunuh. Adam Menangis semalaman karena Dia tidak pernah mau minum s**u Formula. Akhirnya Sepupu Alex yang mempunyai bayi memompa Asi nya untuk menyusui Adam. "Cepat Cari Istriku, jangan Sampai Ada yg terlewat informasi apapun" Ucap Alex emosi kepada anak buahnya. Semua orang tahu Istri Alexander Wijaya menghilang. Tak lama sebuah Majalah merilis berita dengan Foto Ayu bersama laki-laki masuk kedalam mobil. Alex segera memanggil reporter Yang memotret Ayu sebelum menghilang. "Dimana kau memotret Istriku saat Dia masuk kedalam mobil bersama laki-laki itu?" Tanya Alex kepada Reporter. "Saat itu saya sedang merokok di Samping Ballrom yang gelap, Tak lama istri anda Keluar Ballroom dan seperti sedang mencari seseorang. Tak lama seorang Laki-laki berbadan besar Merangkul istri anda dan masuk kedalam mobil" Terang Reporter tersebut. "Ternyata ada yang membayar seorang Laki-laki membawa Istriku pergi" Ucap Alex geram. "Boleh aku lihat hasil fotomu?" Tanya Alex. "Baik tuan silahkan, Semoga Istri tuan cepat di temukan" Ucap Reporter berempati. Alex sangat resah memikirkan Ayu, Khawatir penculik menyakiti Ayu. Sampai sekarang Alex masih ragu siapa dalang di balik penculikan Ayu. Tapi ada satu nama yang mempunyai Alasan kuat melakukan perbuatan jahat ini yaitu Keluarga Bella Atau Bella sendiri yang melakukannya. ***** Karena lelah Ayu tertidur di kamar, Dia tidak bisa berbuat banyak untuk menyelamatkan diri. " Hey..Bangun..Ganti bajumu" Ucap Laki-laki membangunkan Ayu. Ayu terbangun kaget dan langsung terduduk. "Baik" jawab Ayu Takut. "Kalau boleh tau siapa namamu?" Tanya Ayu. Laki laki itu melirik ke Ayu. "Abraham" Jawab Laki-laki itu. "Baik tuan Abraham" Jawab Ayu. "Aku akan ke kota membeli bahan makanan dan jangan sampai kau berniat kabur atau Nyawamu melayang" Ucap Abraham. Ayu mengangguk. "Kita di tengah Pulau terpecil jadi Percuma saja kau kabur, Sebelum kau keluar dari pulau ini maka buaya atau ular yang akan memakanmu" Ucap Abraham kepada Ayu. Ayu mengangguk dan tertunduk takut. Abraham pergi menggunakan mobilnya. Tinggal Ayu di Bangunan itu sendiri. Menanti Alex datang membawanya pergi dari sini. Malampun Tiba karena mengantuk Ayu pun tertidur. setelah 20 menit tertidur Ayu terbangun karena Haus. Dia pergi kedapur untuk mengambil Air ternyata saat menoleh ke arah pintu ternyata Gemboknya terbuka. Tanpa Pikir panjang Ayu keluar dari pintu dapur dan ternyata terdapat sebuah kebun palawija. Dia berpikir akan melarikan diri dari tempat ini. Pasti di pulau ini ada Penghuni selain dia dan Abraham karena di belakang bangunan ini ada kebun yang terawat dengan tanaman Palawija. Tanpa berpikir panjang Ayu keluar dari bangunan ini dan menyusuri gundukan tanah bekas cangkul. Tanpa Alas kaki dan Pandangan yang buram akibat tidak ada cahaya dan hanya mengandalkan Cahaya bulan. Ayu menjauh dari bangunan tersebut. sekitar 15 menit dia berjalan tapi tak ada Satupun Bangunan atau tanda tanda ada manusia. Sekarang Ayu berada di tengah kebun yang di kelilingi Hutan, hanya Hewan liar yang mengelurkan suara menghilangkan kesunyian malam. "Dimana Aku? Kenapa sama sekali di sini tidak ada bangunan atau manusia" Ucap Ayu sambil mengusap Dahi nya yang penuh keringat. Kaki nya terdapat Luka luka akibat Tanaman Liar berduri dan Ranting. Tak lama ada suara rumput yang di injak Seperti Manusia yang berjalan. Ayu mencari semak untuk bersembunyi. Dari kejauhan Ada lentera yang bergoyang goyang seperti seseorang yang memainkannya.. "Ayu..Dimana kau?? Kembali atau kau akan mati" Teriak seseorang yang ternyata Abraham. Jantung Ayu berdetak cepat dengan tubuh bergetar karena takut. Dia terus menjongkok dan menyembunyikan tubuhnya di balik semak rimbun. Ayu menutup mulutnya dengan Tangan agar nafas ketakutannya tak terdengar Abraham. Tak lama Suara derap langkah orang berlari. "Kau memang wanita pembangkang" Teriak Abraham sambil menyorotkan Lentera pada Wajah Ayu. "To..long...Lepaskan Aku.." Ayu gugup karena ketakutan Abraham melukainya. Abraham menarik kasar lengan Ayu dan terus menyeretnya kasar. Kaki Ayu yang tanpa Alas terkena kerikil dan Ranting kayu, Karena teramat sakit di telapak kakinya Ayu terhenti dan menangis. "Ayo cepat jalan" Teriak Abraham dengan wajah marah. "Aku sudah tak kuat berjalan, Kaki terluka" jawab Ayu sambil menangis. Abraham mendekatkan lentera di kaki Ayu, ternyata Kaki Ayu penuh luka dengan darah terus menetes. "Naik ke pundakku" Ucap Abraham. Ayu menggeleng. "Cepat atau kau mati disini di makan binatang buas" Abraham menakuti Ayu. Abraham membungkuk dan Ayu dengan Ragu menaiki punggung bidang Abraham. Sepanjang perjalanan mereka tampak canggung, Ayu tidak pernah tersentuh laki-laki lain Tapi karena takdir yang buruk membuat dia di gendong oleh Laki-laki yang menculiknya. Setelah 20 menit perjalanan Ayu dan Abraham sampai di bangunan tempat mereka menginap. Ayu di dudukan dikursi dan Abraham menuju mobilnya. Tak lama Abraham membawa Kotak P3K, Dia membawa air dan membersihkan Luka Di kaki Ayu. Memberikan Obat dan membungkus kaki Ayu dengan perban. "Boleh Aku bertanya?" Tanya Ayu. "Terserah" Jawab Abraham Singkat. "Kenapa kau menculikku? Dan sepertinya kau bukan penculik profesional" Tanya Ayu sambil memperhatikan mikik wajah Abraham. Abraham diam beberapa saat. "Suamimu seorang Mafia Kakap, Banyak musuh yang mengintainya" jawab Abraham membuka suara. "Aku tidak tau pekerjaan suamiku dan aku tidak pernah di beritahunya. Aku hanya istrinya dan Aku tidak pernah berbuat jahat pada orang lain" Jawab Ayu. "Apa aku akan dilepaskan atau akan dibunuh?Tanya Ayu lagi. "Aku tidak tau" Jawah Abraham menuju pintu keluar. Ayu kembali tertidur karena sia sia dia kabur dari tempat ini jika kakinya terluka. Ayu meringkuk di ranjang seperti Bayi karena kedinginan dan perut yang lapar. Dia sangat merindukan Alex dan Adam. Entah dia akan bertemu lagi atau berakhir di Tempat Asing. "Tuhan..Aku merindukan Suami dan Anakku..Beri kesempatan hamba agar bisa bersama kembali" Ucap Doa Ayu sebelum matanya terpejam tertidur.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD