Part 21

1215 Words

Sedari tadi pandanganku hanya fokus ke Pak Arvian yang terlihat sok keren saat rapat dengan mantan. Entah kenapa rasanya kesal sekali. Mungkin karena aku tidak tahan dengan tingkah sok kerennya Pak Arvian kali ya, sedangkan Pak Arvian terlihat sedikit tidak nyaman akibat tatapanku selama rapat berlangsung. Biarkan saja, siapa suruh sok ganteng. "Kin, jangan lihat saya terus dong. Saya enggak fokus." Bisik Pak Arvian di sela-sela rapat. "Apa? Takut enggak fokus lihatin mantan?" Setelah mendengar jawabanku, Pak Arvian hanya diam dan tidak berniat menggubris perkataan aku. Sepertinya dia sudah pasrah. "Saya rasa ada yang salah dengan sistem kerja di sini, Ar." Ujar Mbak Silvia yang langsung saja aku tanggapi dengan anggukan kepala. Untuk hal ini, aku setuju sih. Memang benar-benar aneh

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD