05

455 Words
“Ah... “ Suara pertama yang keluar dari mulut Inez ketika ia bangun dari tidurnya. Entah jam berapa sekarang tetapi yang pasti matahari sudah terlihat dan sangat menyengat. Dia merasakan seluruh badannya remuk semua. Entah apa yang semalam ia lakukan.Tapi tunggu sebentar dia merasa ada yang janggal , di perutnya seperti ada sesuatu yang menindih, Inez terdiam sebentar dan seketika ia langsung menyibak selimut yang menutupi tubuhnya. Inez tiba-tiba menangis ketika melihat tubuhnya yang naked tanpa ditutupi sehelai benangpun, dia baru ingat jika semalam ia di datangi oleh seorang pria yang telah memperkosanya. Tidak beberapa lama lelaki yang sedang memeluknya itu terbangun karena terganggu oleh suara tangis Inez. “Baby kau baik-baik saja.” Tanya Roy padahal ia tahu bahwa Inez, masih terguncang dengan apa yang terjadi pada wanita itu saat ini.   “Kau masih bertanya tentang keadaan ku hah?! Apa kau tidak melihat penderitaanku sekarang?!" “Hahah.” Roy tiba-tiba tertawa. “Aku tidak peduli sayang yang aku pikirkan sekarang adalah, kau benar-benar sudah menjadi milikku dan juga kau jangan lupa, baby bahwa didalam perut mu sekarang ada bayi ku.” Roy sangat puas ketika melihat wajah tegang milik wanita nya itu. “Ap...apa?!” Pertanyaan bodoh yang keluar dari mulut Inez membuat Roy sangat senang. "Apakah kau tidak tahu jika kita melakukanya berulang kali dan aku menumpah kan benih ku didalam mu baby.” Kata-kata v****r yang keluar dari mulut Roy menyadarkan Inez. Inez yang mendengar itu hanya bisa menangis, dia harus apa sekarang dan juga jika ia hamil, siapa yang akan mencari uang untuk biaya adik nya yang berada dikampung nya itu. Roy yang melihat keterdiaman Inez langsung menyeringai puas. “Minggu depan kita akan menikah aku tidak peduli kau setuju atau tidak.” Kata Roy sambil memasang boxernya dan keluar dari kamar inez. Inez yang mendengar itu langsung menegang ia tidak ingin menikah, dia masih muda dan ia bahkan belum bisa membahagiakan adiknya dikampung. **** "Batalkan tentang beasiswa yang saya maksudkan kemaren untuk Inez."Kata Roy kepada asistennya itu di telepon.   "Tap----" Belum selesai asistennya itu berbicara Roy langsung memotong ucapannya   "Lakukan, aku tidak ingin di bantah." Dan langsung mematikan sambungan teleponnya, saat mendengar langkah kaki di belakang nya  "Oh sayang kau sudah bangun." Kata Roy, padahal ia hanya basa-basi untuk menghilangkan kecanggukan yang ada.  Inez hanya diam dan berlalu menuju ke dapurnya, untuk menyiapkan sarapan ah ini bukan disebutkan sarapan karena sekarang hampir siang. "Aku sudah memesan makanan jadi kita hari ini makan makanan yang sudah aku pesan." Kata Roy dia sangat tidak nyaman ketika Inez hanya diam saja. Tapi apa pedulinya yang terpenting Inez mau menuruti kemauannya. "Baiklah." "Aku ingin kau pindah ke mansionku nanti malam." Perintah Roy "Aku tidak mau dan aku besok akan kembali kenegaraku." Ucap Inez tanpa menatap mata Roy. "Ak----." Kata kata Roy terpotong karena ada seseorang mengetuk pintu apartemen milik Inez.  Tok tok tok Dan Roy langsung berlalu dari hadapan Inez untuk membuka kan pintu.   ***** JANGAN LUPA LOVE NYA READERS TERCINTA.... SAMPAI JUMPA DI NEXT CHAPTERS
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD