Warning 18+
22:15 Am
Usai pulang dari tempat kerja Inez langsung berendam di bathub yang ada di apartemennya itu. Rasanya ia sangat letih dan juga badannya terasa lengket oleh keringat, saat ia sedang mandi seorang pria tampan sedang masuk ke dalam apartemennya, tidak sulit bagi pria itu untuk masuk karena ia memiliki kekuasaan di apartemen tempat Inez tinggal. Sudah beberapa bulan ini suka sekali memasuki Apartemen ini secara diam-diam dan itu sangat menyenangkan untuknya karena bisa melihat wajah sang pujaan hati.
Dia adalah Roy, pria dingin yang di tolong oleh Inez tahun lalu dan Roy sangat terobsesi memiliki Inez, maka tak heran jika apapun akan ia lakukan demi Inez bahkan melakukan hal nekat sekalipun. Roy bersembunyi di belakang lemari usang milik Inez, ia akan keluar jika gadisnya itu sudah terlelap ke alam mimpinya. Tidak beberapa lama Inez keluar dari kamar mandi dan menuju lemarinya,dia tidak sadar bahwa sedang diperhatikan oleh seseorang. Dan seperti kebiasaannya Inez langsung melepas handuknya di depan lemari dan alhasil dia seratus persen naked dan itu juga tak terlewatkan oleh Roy yang sedang bersembunyi.
Setelah selesai memasang pakaian nya Inez pun langsung menuju ke atas kasur empuknya itu. Tidak beberapa lama Inez langsung terlelap dan memasuki alam mimpinya.
Setelah Roy melihat Inez yang terlelap, ia pun langsung keluar dari persembunyiannya yang sangat menyiksa itu. Bagaimana tidak menyiksa jika di belakang lemari tersebut sangat panas dan ditambah lagi ia melihat inez yang naked di hadapannya itu membuat Roy lebih panas lagi.
Roy tidak menyia-nyiakan waktu nya, dia langsung melepas baju dan juga celananya sehingga hanya menyisakan boxer nya saja, yang hanya bisa menutupi daerah pribadinya itu. Roy langsung masuk ke dalam selimut Inez dan langsung menindih wanita itu.
“Baby I'm here.” Ucap Roy
“Kau sangat cantik dan juga sangat menggairah kan baby.” Kata Roy sambil mencium bibir manis milik Inez dengan penuh gairah.
Terdengar suara lengkuhan dari Inez yang sedang tidur.
“Eghhh...” Suara lengkuhan Inez yang sangat seksi terderngar di telinga Roy, membuat pria itu langsung b*******h bahkan milik pria itu langsung bereaksi.
“Aku tidak akan menyia-nyiakan waktu emas ini bersama mu sayang.” Kata Roy tentu saja Roy tidak akan menyia-nyiakannya karena sudah sejak lama ia mengingin kan hal ini.
Dia langsung melucuti pakaian yang berada di tubuh Inez bahkan wanita itu tidak mengguna kan Bra, hal itu memudahkan Roy dalam melakukan aksinya.
“Inez, kamu pandai membuat ku semakin tergila-gila dan juga membuatku ingin segera memiliki mu seutuhnya!” Roy memberikan kecupan-kecupan pada leher Inez, tidak hanya di situ Roy juga mulai menjilati leher Inez dan menghisapnya dengan kuat sampai meninggalkan bekas keunguan.
“Enghh….” Inez bergerak tak nyaman dalam tidurnya, ia merasa terganggu dengan aksi yang di lakukan oleh Roy.
Namun Roy sama sekali tak menghiraukannya, ia malah semakin gencar menghisap leher jenjang milik Inez. Bahkan tangannya yang bebas dengan kurang ajarnya meremas panyudara yang tidak terlalu besar itu.
“Enghh…” Inez kembali bergumam, ia segera membuka matanya saat merasakan hal aneh diarea lehernya dan juga daerah dadanya, hal pertama yang dilihatnya hanya bayangan seseorang yang berada diatasnya, ada apa ini? Inez bertanya pada diri nya sendiri.
“Sayang…” Mendengar suara bisikan seseorang, belum lagi ia merasakan ada beban yang sedang menindih tubuhnya. Sontak saja membuat Inez memberontak, ia tidak bisa melihat apapun karena masih belum pulih dari tidurnya,
“Kamu siapa?!”
“Pemilik mu little girl.” Suara itu terdengar berat, Inez menyimpulkan bahwa itu suara pria dewasa.
“Apa maksud mu?! kenapa kau menindih ku?" Inez terus memberontak, meronta-ronta bahkan memukul-mukul tubuh Roy yang sedang menindihnya itu.
"TOLONG--" Teriakan Inez terhenti saat sebuah benda lembab dan kenyal itu menyumpal bibirnya.
Satu tangan Roy mencengkram kuat rahang milik Inez ia memperdalam ciumannya dengan melesakan lidahnya masuk menelusuri isi mulut milik gadisnya itu, sedangkan tangan satunya bergerak liar meremas p******a sintal milik Inez yang tidak terbungkus oleh bra.
Inez kembali memberontak saat remasan tangan itu berubah kasar yang menimbulkan rasa nyeri di payudaranya, belum lagi sesuatu yang menyumpal bibirnya terus bergerak seolah tak membiarkannya untuk dapat bernapas.
Cukup lama Roy mencium dan bahkan menyesap bibir Milik Inez sampai akhirnya gadis itu kehabisan napas dan membuatnya kehilangan kesadaran.
Roy melepaskan pangutannya di bibir Inez kemudian menyeringai jahat mengusap bibir bengkak milik Inez.
“Maaf sayang, tapi lebih baik jika kamu tidak sadarkan diri seperti ini agar aku lebih mudah mendapat kanmu.”
*****
JANGAN LUPA LOVE NYA READERS TERCINTA....
SAMPAI JUMPA DI NEXT CHAPTERS