Suara langkah sepatu bot menghentak-hentak sepanjang koridor mewah kapal pesiar Ocean Pearl. Teriakan dalam bahasa Hindi dan Inggris bersahut-sahutan. Jaka membuka sedikit pintu kabin mereka dan mengintip–dua petugas bersenjata lengkap sedang memeriksa setiap kamar dengan cepat dan ketat. Tak ada waktu untuk ragu. "Fany," bisik Jaka sambil kembali ke dalam dan menutup pintu. "Mereka telah masuk. Segalanya terasa lebih cepat dari yang kita perkirakan." Tiffany langsung berdiri, wajahnya tegang tapi matanya tetap tajam. "Kita gak bisa sembunyi terus. Kita harus bergerak sekarang." Jaka membuka laci meja kecil, menemukan baju pelayan kapal yang dilipat rapi, kemungkinan peninggalan petugas housekeeping. "Cepat, pakai ini. Kita menyamar menjadi kru kapal," Ujar Jaka sambil mengenakan rompi

