Kebenaran yang Terbuka

1151 Words

Suara sirine polisi masih samar di kejauhan, bercampur dengan deru mesin mobil yang melaju kencang di jalanan gelap Mumbai. Di kursi belakang, Inspektur Rahul Shetty tergeletak dengan wajah Pucat, bajunya penuh darah yang merembes dari luka- luka di bahu dan tubuhnya. Nafasnya berat, namun sorot matanya yang keras tak sedikit pun padam. Tiffany mengemudi secepat mungkin, jarinya mencengkeram erat setir, sedangkan Jaka di sampingnya sibuk memantau jalan lewat kaca spion. Di kursi belakang, Alya Khana memeluk ayahnya di pangkuan sambil sesekali menatap khawatir ke arah Rahul Shetty. Tiba-tiba Rahul Shetty mengerang pelan, kelopak matanya bergerak pelan. "Dia mulai sadar!" Seru Alya, di wajahnya tampak sedikit lega. "Jangan banyak bicara, Inspektur. Fokus Pada pernapasan Anda," kata Jaka

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD