Hati yang Tak Terungkap

1246 Words

Bukan hanya terpencil, tapi pulau itu kecil dan nyaris tak tercantum dalam peta. Hanya gugusan pepohonan kelapa, hamparan pasir putih, dan semak belukar yang tumbuh liar. Angin laut berhembus terus menerus, menimbulkan gemuruh samar dari ombak yang menghantam karang di kejauhan. Senja mulai menguning di ufuk barat saat Sunil berdiri di tepi pantai, menatap Jaka dan Tiffany dengan tatapan tegas namun bersahabat. "Aku harus pergi malam ini," ucapnya. Suara Sunil berat tapi tenang. "Tidak bisa lebih lama di sini. Terlalu banyak mata yang mengendus jejak kita." Jaka mengangguk tanda paham, meskipun keningnya sedikit berkerut. "Berapa lama kau akan pergi?" Sunil menatap jam tangannya. "Dua atau tiga malam paling lama. Aku akan kembali sebelum fajar hari ketiga. Tapi kalian harus tetap bersem

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD