Skenario Kebohongan

1209 Words

Di balik dinding kaca vila yang megah dan taman tropis yang sempurna, Nancy duduk sendiri di ruang kerja pribadinya. Senyap. Laptop tertutup. Telepon genggamnya tak berhenti bergetar. Pesan dari media, pengacara, bahkan wartawan luar negeri. Tangannya gemetar, tapi bukan karena takut. Karena marah. Karena bingung. Karena luka. Langit sore ubud berwarna tembaga, tapi hatinya abu-abu, gelisah menanti kabar yang tak kunjung pasti. Nancy melangkah pelan ke jendela besar yang menghadap kolam datar. Tapi pikirannya bukan di sana. Pikirannya kembali pada malam terakhir ia melihat Tiffany sebelum putrinya itu berangkat liburan ke Raja Ampat - dua minggu yang lalu. Saat mereka bertengkar karena Gilbert. Nancy duduk kembali di kursi rotan antik warisan keluarganya. Ia membuka album Tiffany lama.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD