PoV Sumi (2)
Mas Virza membawaku kerumah mewah itu, kebetulan Della juga sedang mencari pembantu. Aku langsung di terima oleh Della, saat pertama bertemu dengan wanita itu, dia baik dan ramah dan juga cantik. Tapi aku tak menyukai dia sama sekali, karena Della telah merebut Mas Virza dariku.
Hari ku jalani menjadi ART disana, terpaksa aku melakukan semua pekerjaan. Tapi aku bisa bertemu Mas Virza setiap hari, apalagi Della jarang dirumah dan sibuk mengurus bisnisnya jadi aku semakin leluasa untuk berduaan dengan Mas Virza setelah dia pulang kantor aku akan melayani semua kebutuhannya bak seorang istri yang melayani suami.
Kami bermesraan dimana saja, pada saat Della tak ada dirumah. Bahkan saat istrinya di rumah, kami juga bermesraan saat Della tertidur.
Saat itu Della baru saja membeli sebuah gaun yang indah, aku sungguh iri melihatnya.
"Gaunnya bagus ya Nyonya," ujarku saat melihat Della sedang bersiap untuk menghadiri sebuah pesta.
"Terima kasih Sumi," jawab Della dan tersenyum. Dia memang baik padaku bahkan kadang memberi uang gaji lebih, tak jarang dia juga membungkuskan ku makanan dari restoran mahal. Perbuatan baiknya semakin membuatku merasa marah dan cemburu, ingin rasanya secepat mungkin menikah dengan Mas Virza dan menghancurkan rumah tangga mereka.
Mas Virza bilang jika semua harta Della akan menjadi miliknya, aku sudah tak sabar menjadi Nyonya dirumah mewah ini.
Seharusnya gaun mahal yang di gunakan Della tadi menjadi milikku, tunggu saja kau Della untuk di depak dari rumah ini.
Bahkan koleksi tas mahalnya itu akan menjadi milikku, semua akan menjadi hakku termasuk barang yang di milikinya.
??????
"Mas!" aku masuk kedalam ruang kerja Mas Virza, dengan wajah yang kesal.
"Kenapa lagi sayang?" tanya Mas Virza dan memberi isyarat agar aku mendekat.
Aku duduk di lengan kursi kerja Mas Virza, dengan posisi dia memeluk pinggangku.
"Cepat nikahi aku!" rengekku dengan manja.
"Sabar sayang," sahut Mas Virza dan mengecup tanganku.
"Sampai kapan aku harus menunggu Mas, kita harus cepat menikah dan segera mendepak Della dari rumah ini. Aku ingin menjadi Nyonya satu-satunya,"
"Baiklah, minggu depan kita menikah. Tapi jangan usir Della,"
"Kenapa Mas, aku cemburu!"
"Kamu kan bisa menjadikannya pembantu untukmu nanti, aku yakin Della akan menerima saja. Karena dia sangat mencintaiku," ucap Mas Virza yakin.
Memang terlihat jika Della sangat mencintai Mas Virza. Buktinya dia selalu mesra jika ada kesempatan berduaan, aku sering mengintip mereka dan itu membuatku cemburu.
?????
Akhirnya kami menikah secara siri terlebih dahulu, tapi aku meminta untuk mengadakan resepsi di kediaman orangtuaku. Seminggu sebelum aku berhenti bekerja di rumah itu, aku pamitan pada Della, bahwa aku akan menikah.
"Siapa calon suamimu?" tanya Della saat itu.
"Seorang pengusaha kaya raya Nyonya, saya berharap bisa mengubah hidup saya lebih baik lagi,"
"Semoga hidupmu lebih baik ya Sum, dan selamat," sahut Della, wanita ini sungguh polos. Dia tidak tahu jika lelaki kaya itu adalah suaminya sendiri, sebentar lagi dia akan menjadi pembantuku dan bertukar posisi dengan diriku.
??????
Kami resmi menikah siri, esoknya waktu untuk resepsi. Betapa bahagia diriku menjadi ratu sehari dan menikah dengan acara bagiku sudah mewah.
Tapi disaat aku berada di pelaminan, Della datang bahkan dia menabrak pelaminan dengan mobilnya. Dia uring-uringan dan menamparku, ternyata Mas Dani yang melaporkannya. Pria itu juga bermuka dua pasti dia yang melaporkan pernikahanku pada Della.
Dan lebih menyedihkan, mas Virza mempunyai janji Pra-Nikah dengan Della. Dia tak akan mendapatkan gono-gini jikapun mereka bercerai.
Ternyata Mas Dani yang melapor, pasti dia sengaja untuk melakukan ini. Penghianat!
?????
"Mas, bagaimana masa kita jadi gembel!" keluhku pada Mas Virza.
"Aku sudah membujuk Della, tapi dia kekeh untuk bercerai. Aku juga tidak menyangka dia akan melawan, aku kira dia akan menerima semua karena cintanya padaku!"
Aku kembali ke kota, Mas Virza nekat untuk datang ke kantor bersamaku. Tapi Della datang dan mengusir kami, Della sangat menakutkan ketika marah.
Tapi beruntung Mas Virza akhirnya mendapatkan pekerjaan baru. Dan dia du beri pinjaman di awal, kami bisa menDePe rumah di kawasan elit. Pasti Della akan panas saat mengetahui jika kami tak menjadi gembel seperti bayangannya.
Ibu dan Kakakku datang, mereka sempat datang kerumah Della, sebelum mengetahui rumahku yang sekarang. Mereka tentu saja di usir.
?????
Kini aku bergabung di geng sosialita bekas teman Della dulu, aku senang berteman dengan orang yang sama membenci wanita itu.
Aku, Viona dan Arum berencaa membeli tas branded. Tak disangka tak dinyana kami bertemu dengan Della dan seorang teman wanitanya, mereka juga tampak akan membeli tas.
Kesempatanku saat melihat Della, aku akan memanasinya pasti dia cemburu melihat kehidupanku yang sekarang. Bukan seperti yang dia harapkan.
Aku mendekatinya dan mencoba membuat dirinya panas saat melihatku membeli tas seharga 12 juta.
Tapi dengan angkuhnya Della menjawab. Jika harga tas ini tidak sebanding dengan harga tasnya yang satunya saja bisa ratusan juta.
Aku tahu memang dia mempunyai koleksi tas yang mahal dalam lemarinya itu bahkan tas branded yang berharga ratusan mungkin milyaran.
Dia bilang bahwa aku akan kembali menjadi gembel pasti itu hanya omong kosong dari wanita itu, dia pasti iri karena mas Virza hanya ingin denganku. Tunggu saja disaat aku lebih sukses dari dirinya.
??????
"Kamu dari mana saja sih!" suara Mas Virza membuatku terkejut disaat baru masuk kedalam rumah.
"Aku baru belanja mas, tahu gak aku ketemu sama Della. Aku pamerin aja sekalian kalau aku habis beli tas seharga 12 juta!" ujarku pada Mas Virza yang terlihat lesu.
"Sumi, kamu jangan boros dong! Lama-kelamaan uang kemarin habis kamu belanjakan!"
"Biarin dong Vir, istrimu kan juga mau bergaya biar mantan istrimu itu kalah saing! Pasti dia iri kan lihat penampilanmu Sum," ibu segera membelaku.
"Benar kata ibu Mas, jangan protes gitu. Ini juga demi kamu!" sahutku.
"Mau kamu bergaya seperti apapun, tetap saja tidak bakal sepadan dengan Della!"
"Jadi Mas mau bandingin aku sama mantan istri Mas yang sok itu!" Kenapa Masih Virza berani ngebandingin aku sih.
"Bukan ngebandingin, tapi kamu sendiri kan yang ngebandingin dirimu sama Della, aku hanya menjawab kok nggak akan bisa bergaya seperti itu. Dia itu kaya sedangkan kita? Sudahlah jangan terlalu boros cicilan rumah ini saja belum kita bayarkan semoga saja aku bisa bekerja lebih baik lagi dan mendapatkan uang lebih banyak. Harusnya kamu berhematlah Sumi!" Mas Virza bangkit dari duduknya dan pergi keluar.
"Kenapa sih suamimu itu! Udah bohongin ibu sekarang baru kaya sedikit udah bilang kamu gak boleh boros!" celoteh ibu yang melihat kelakuan mas Virza barusan.
"Udah bu biarin aja, oiya Sumi punya baju untuk Ibu dan Mbak Mina,"
"Sumi, penampilan udah kayak orang kota sekarang, modis banget! Tinggal minta beliin mobil sama Virza," ujar Mbak Mina.
"Iya kak, nanti malam aku bakal minta mobil pada Mas Virza,"
"Jangan lupa ajak kita jalan ya," ucap Mbak Mina.
Pokoknya aku bakal minta mobil dan pamer di depan Della. Tunggu saja aku juga bisa bergaya seperti dirinya.