“Ini sebenernya siapa sih yang mau nikah?” Lala tidak habis pikir bisa-bisanya Rey memintanya dan Bara untuk mengecek persiapan gedung dan catering. Sedangkan dia sendiri memilih membawa Jingga menemui rekan bisnisnya di luar kota. “Ya udah si, itung-itung belajar kalo ntar kita nikah.” Bara menanggapi gerutuan Lala. “Idih ... aku si ogah nikah sama cowok karatan kayak kamu!” Lala bergidik seolah jijik. “Ih! Siapa juga yang mau nikah sama kamu?” Bara membalas tak kalah sengit. “Lha itu tadi bilang apa?” “Aku bilang kalo kita nikah. Kan nggak tau kamu nikah ma siapa, aku ma siapa. Lagian pede banget jadi orang.” Padahal dalam hati Bara kecewa. Gadis yang mulai mengisi hatinya itu terang-terangan menolaknya. “Huh!” Lala mendengus kesal. Bukan apa-apa, dia sebenarnya malas bertemu Bara.

