Rey masih marah atas kejadian Jingga bertemu Aron kemarin di taman. Walau sempat ada acara mengharu biru tentang perubahan dirinya nyatanya dia tidak bisa mengabaikan begitu saja rasa cemburu yang terlanjur menguasai hati. Karenanya alih-alih mengikuti Jingga ke meja makan dirinya memilih pergi begitu saja meninggalkan rumah. “Ck, kekanakan banget,” gerutu Jingga melihat suaminya berlalu tanpa pamit. Rey mengendarai mobilnya kencang namun tak tentu arah. Dia ingin menghindari sang istri untuk meredam amarah karena khawatir akan terjadi hal-hal di luar kendalinya jika tetap bertahan. Amarahnya pada sang istri sangat besar saat ini. Bagaimana mungkin wanita yang sudah menjadi istri orang dengan mudah menerima sebuah pelukan dari pria lain sedangkan Rey sangat tahu istrinya lebih dari bisa

