Levin memukul cermin di depannya sampai retak, membuat darah langsung merembes dari sela-sela kepalan jarinya. Semuanya kacau gara-gara ucapan Ganendra. Rencana yang Levin susun selama bertahun-tahun kini sudah tidak ada gunanya lagi. Alice membencinya sekarang. Dia bahkan lebih percaya pada ucapan Ganendra--daripada ucapan Levin--suaminya sendiri. Oke, Levin mengakui jika mereka memang menikah karena terpaksa. Tapi Levin benar-benar mencintai gadis itu sepenuh hati. Sejak kecil. Ketika ia melihat sepasang kelereng madu milik Alice yang bersinar lembut dan polos. Ketika Alice kecil mengulurkan tangannya untuk mengajak berteman. Ya Tuhan. Levin bahkan sudah menyiapkan masa depan mereka selama sepuluh tahun belakangan ini--tentang Levin yang diam-diam sedang merintis perusahaannya sendiri-

