25. Manis

1080 Words

Alice menormalkan degub jantungnya yang tiba-tiba berdetak lebih cepat. Meski enggan, ia tetap mengukir sunggingan dan mendekati Ganendra yang tampak menunggu. "Aku baik-baik saja." kata Alice, ia melirik ke kiri, gelisah. Ingin segera mengakhiri basa-basi ini. Tapi akhirnya ia berujar juga, "Kamu enggak ke kelas?" Ganendra hanya diam. Tatapannya menilai dari atas ke bawah. Lalu senyum sinisnya terbit. "Anda duluan saja." Mendengar itu, Alice cepat-cepat menaiki anak tangga terakhir. Senyum masam Alice tersungging. Bahkan pria itu memanggilnya dengan sebutan anda. Terlalu formal, seperti orang asing yang belum pernah bertemu. Tapi, memangnya Alice berharap apa? Bahwa Ganendra akan menganggapnya sebagai kakak ipar? Yang benar saja! Dan, suara Ganendra menghentikan langkahnya kemudian. "

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD