Meidinda Rajingga Hapsari Perkuliahan akan dimulai sepuluh hari ke depan. Setelah lima hari tinggal di rumah mertua di daerah Cipaganti, akhirnya tiba juga ketika pak Alan membawaku ke rumahnya. Sejak di dalam mobil dia menutup mataku dengan kain. Aku protes dan menanyakan apa maksudnya. Tapi pak Alan hanya tersenyum dan bilang ini kejutan. Yang lain pun sama saja. Ibu dan Ayah turut mengantarku bersama Mamah, mbak Arini sekeluarga serta pakde Purnomo sekeluarga. Mobil- mobil kami berjalan beriringan seperti membentuk sebuah konvoi. Sepanjang jalan pak Alan bersenandung riang mengikuti lagu yang diputar audio mobil. Aku cuma bisa mengira-ngira daerah letak rumah kami berdasarkan rute yang ditempuh mobil saat berbelok, saat berhenti di trafic light atau ketika jalan naik dan turun. Jan

