TTU | 22

2006 Words

Masalah dalam hidupnya seolah tidak menemukan titik akhir ketika dia tiba di rumah dan mendapati Neneknya duduk di sofa ruang tamu berhadapan dengan orang tuanya. Jangan lupakan tatapan Neneknya mengarah padanya saat mendengar langkah kakinya diikuti tatapan orang tuanya yang menatapnya dengan sorot tak terbaca. Dia membalas tatapan Neneknya dan berlalu ke kamar. Atas semua yang terjadi dalam hidupnya, dia tidak mau bertemu dengan Neneknya. Selain Riko yang dia hindari di dunia, Neneknya juga salah satunya. Dia tidak mau berhadapan dengan seseorang yang menjadi dalang semua rasa sakit dalam hidupnya. "Renata, Nenek mau bicara sama kamu." Renata yang hendak menaiki tangga menghentikan langkahnya ketika suara Neneknya terdengar dengan sangat lantang. Dia menoleh, menatap Neneknya yang be

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD