"Jaga diri kamu baik-baik, kalau ada apa-apa langsung hubungi aku. Jangan telat makan dan jangan lupa minum susunya. Aku pergi dulu," setibanya di apartemen Renata, Riko melempar beberapa kalimat penuh perhatian kepada Renata. Kedua tangannya menangkup wajah Renata dan meninggalkan satu kecupan di kening Renata. Renata mengangguk lesu. Ada rasa tidak rela saat Riko akan meninggalkannya. Entah ini karena hormon kehamilan atau murni dari dirinya sendiri. Yang jelas, dia tidak mau ditinggal. Mereka baru-baru ini dekat, namun Renata merasa bergantungan pada Riko. Melihat Riko yang melangkah meninggalkan apartemennya, Renata menahan lengan Riko membuat Riko menghentikan langkahnya dan menatapnya bingung. "Ada apa? Kamu butuh sesuatu?" Tanya Riko lembut. Renata mengangguk membuat Riko tersen

