TTU | 31

1817 Words

Setelah mendengar perkataan Riko semalam, bukannya membuatnya tenang justru membuatnya semakin kepikiran. Ah, mungkin lebih tepatnya gugup. Malu, kesal, marah semua menjadi satu. Renata malu pada Riko karena telah bersikap menjadi wanita yang haus sebuah status dan terkesan menuntut Riko. Renata kesal dan marah pada dirinya sendiri yang tidak berpikir lebih matang lagi hanya karena sebuah status. Rasanya Renata tidak ingin bertemu atau berinteraksi dengan Riko untuk beberapa hari. Nyatanya, pagi ini dia berada satu meja dengan Riko dan menikmati sarapan bersama kedua orang tuanya. Ketika tatapannya bertemu dengan Riko, dengan cepat Renata melengos. Dia tidak memiliki keberanian menatap Riko. Menatap Riko sama saja membuatnya mengingat kelakuannya semalam yang memalukan, seperti seorang an

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD