Renata tidak bisa untuk tidak mendaratkan kecupan di permukaan wajah putrinya yang mengerjap polos setelah dia beri ASI. Seolah melupakan keberadaan Riko yang setia duduk di kursi dekat brankarnya, Renata asyik bermain dengan putrinya. Tawanya lolos ketika putrinya menggeliat saat hidungnya dia gesekkan ke hidung putrinya. Dia gemas dan rasa bahagia tidak bisa dia tampik. Dia bahagia pada akhirnya malaikat kecil yang sembilan bulan berada dalam perutnya akhirnya lahir ke dunia, menemaninya dalam kesendirian. "Tiga hari kamu dirawat inap sebagai pemulihan." Renata terdiam, melirik Riko sebentar sebelum akhirnya kembali menatap putrinya yang membuatnya sedikit kecewa karena mewarisi segalanya yang ada pada Riko. Ya, segalanya! Mulai dari rupa, mata, hidung bahkan bibir pun, sama seperti Ri

