“Lauren, bangun!” Alarm dan suara teriakan Agatha bergantian membangunkan Lauren dini hari tersebut. Dengan wajah yang masih terkantuk-kantuk dan mulutnya yang terus menguap, asisten dari Lady Aga itu terpaksa membuka matanya. “Aduuuh ... ada apa sih, Bu? Ini masih terlalu pagi untuk bangun ...!” protesnya sambil menggeliat. Tapi tidak dengan orang yang baru saja membangunkannya, Agatha tampak cerah dan bersemangat hari ini. “Aku mau ke tempat Koh Cheng pagi-pagi, sebelum ada jadwal pemotretan hari ini. Ayo, siap-siap!” titah Agatha seakan ia lupa kemarin dia tidak seperti ini. Lauren melihat bosnya itu seperti dua orang yang benar-benar berbeda. Kadang terlalu bersemangat seperti hari ini, tapi kadang juga dia seperti orang yang tak punya niat untuk hidup layaknya kemarin. “

