Sebenarnya tadi Pak Yohanes hanya basa-basi mengajak Agatha untuk berbincang di dalam rumah makan saja. Tapi yang tidak disangka, justru Pak Yohanes ini malah ‘diculik’ oleh Agatha dan Lauren, lalu mereka berbincang di lain tempat yang cukup jauh dengan tujuan awalnya. “Ini ... kenapa kita jadi ada di sini?” Pak Yohanes mengerutkan dahinya sambil mengedarkan pandangan ke sekeliling. Dia dan juga dua perempuan aneh yang membawanya kemari ini duduk mengelilingi satu meja kafe dalam sebuah mall. “Iya, ya! Kok kita jadi ke IJ Mall sih, Bu?” tanya Lauren ikut heran. Agatha tersenyum sejenak, lalu ia menutup ponsel yang tadi ia buka. “Jadi ... ada hal yang ingin saya bicarakan dengan Pak Yohanes! Tapi ... jangan di dalam rumah makan Amparan!” “Memang ini tentang apa?” Pak Yohanes masih b

