Walau mereka menghasilkan keringat di atas satu ranjang yang sama, nyatanya kedua manusia tersebut tetap tak menghabiskan malam bersama. Agatha merasa terluka ketika dia hanya menjadi pelampiasan fantasi dari sang suami. Sementara pria tersebut membayangkan perempuan lain saat sedang bercinta dengannya. Namun yang ada di pikiran Boy kali ini lebih rumit daripada itu. Pagi itu dia terbangun dengan keadaan wajah yang sangat tidak segar. Bagaimana tidak? Semalam ia kesulitan untuk tidur. Apa yang terjadi antara dirinya dan Agatha juga merupakan hal pertama untuk dirinya. Kemudian dari semua yang terjadi itu, dia malah merusak tepat di saat momen puncak mereka. Kenapa bisa seperti itu? Benak Boy bertanya-tanya! “Perasaan aku tidak membayangkan Lady Aga saat bersama dengan Agatha

