Sebuah restoran dengan konsep tradisional, tapi dikelola dengan skala yang begitu besar dan memiliki banyak cabang tersebar di seluruh Indonesia. Begitulah resto Amparan saat ditinggal oleh pemilik aslinya dan diwariskan pada Agatha. Disebut rezeki nomplok ya mungkin begitulah adanya. Karena tiba-tiba saja, bisnis kuliner raksasa ini menjadi milik Agatha yang tadinya bukan siapa-siapa. “Oh, jadi selama ini bapak yang mengelola secara langsung restoran?” tanya Agatha pada seorang pria tua, seperti keturunan Tinghoa, mata sipit dengan rambut tipis menutup kepalanya yang hampir botak. “Hehehe, panggil saja aku Koh Cheng! Dari tadi sudah dikasih tahu!” Pria tua itu malah terkekeh. “Koh Cheng, ya! Bukan KoCeng!” “Ah, iya, Koh Cheng, maaf!” timpal Agatha yang menahan tawa juga karena pr

