Perlahan Mulai Terbuka

1115 Words

Dimas baru saja selesai meeting dengan kliennya, ia menghela nafasnya lega karena proyek kali ini benar-benar penting untuk perusahaannya ke depan. "Ah... semoga perusahaan ini bisa kokoh dan berkembang sesuai harapanku, demi masa depan Jason dan adik-adiknya kelak. "Ucap Dimas penuh harap setelah ia masuk ke dalam mobilnya. Pria itu lalu mengambil ponselnya dan menelpon istrinya, "Apa dia sudah tidur?"Gumam Dimas karena panggilan teleponnya tidak di angkat oleh istrinya Dimas melihat jam di ponselnya sudah menunjukkan pukul setengah empat sore,artinya di Indonesia sudah setengah sepuluh malam. "Ck... Aku sangat merindukannya."Gumam Dimas lagi. "Baiklah Dimas, pulang temui papa baru besok pagi siap-siap pulang." Dimas tak sabar rasanya bertemu dengan Difa, ia ingin sekali berbagi

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD