Perhatian

1151 Words

Dimas baru saja bangun pukul 10 pagi, bahkan pria itu masih bersandar pada kepala ranjang sambil memijat kepalanya sendiri. "Ah pusing sekali. "Gumamnya. Dimas berkali-kali menghela nafasnya, ia merasa tak enak pada tubuhnya, selain pusing ia juga merasa mual dan lemas. "Hacih..... Hacih..." "Astaga, apa aku flu juga?"Gumam Dimas sambil menggosok hidungnya. Ia lalu melihat pada ponselnya yang tengah ia carger di atas nakas lalu mencabut kabel cargernya. Dimas tersenyum melihat ada satu pesan balasan dari istrinya, tak sabar ia pun membuka pesan itu. From : Istriku Tercinta Aku baik-baik saja tak perlu khawatir urus saja urusanmu di sana. Dimas mendesah sedikit kecewa karena tak ada balasan kata rindu dari istrinya itu, bahkan dalam pikirannya ia membaca pesan itu dengan na

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD