Pisah Rumah

1104 Words

Pagi harinya Difa membuka matanya, ia merasakan berat di perutnya, dan ia menoleh ke samping, Difa mendesah. "Pria ini benar-benar pandai mengambil kesempatan."Gumam Difa. "Apa Jason sudah bangun? "Gumamnya lagi sambil melepaskan tangan Dimas yang memeluknya. Difa mengerutkan keningnya saat merasakan tubuh Dimas yang sedikit terasa hangat. "Engghhh.... "Lenguh Dimas mengeratkan pelukannya pada istrinya. Difa menghela nafasnya, "Dim... Aku mau bangun." "Sebentar lagi sayang... Aku kedinginan." "Lepas dulu... Aku mau ke kamar mandi." Dimas perlahan membuka matanya, lalu melepas pelukannya, "Jam berapa sekarang?" "Jam...setengah tujuh." Dimas menghela nafasnya, "Aku ada meeting jam 9 nanti. " Difa turun dari ranjang dan menuju kamar mandi,tak lama ia keluar. "Aku mau turun, jika

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD