Sebuah Foto

1163 Words

Difa meletakan kuas di tangannya pada palet di atas meja, ia kembali menghabiskan waktunya untuk melukis, berharap dengan melukis pikirannya kembali tenang. Ia tak bisa tidur sejak semalam, memikirkan keadaan Dimas di Jakarta, bersama dalam satu rumah dengan Stella dan anak-anak mereka, sesak itu yang ia rasakan. "Non... " Difa berbalik dan mendapati bi Rina datang, "Ini s**u kedelainya sudah jadi. " Difa tersenyum, "Makasih bi. " "Kata orang minum s**u kedelai saat hamil bagus loh non, nanti bayinya bersih saat lahir. " "Masa sih bi? Mm.. Tapi iya juga sih banyak yang ngomong gitu. " "Tapi kalau papa mamanya seperti non Difa dan den bule sih sudah pasti anaknya cakep, bening kalau kata orang glowing dari lahir." "Ah bibi bisa saja. " "Iya non bibi yakin, den Jason saja cakep gitu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD