Selama beberapa menit Alesha dan Chris duduk terdiam di sofa dengan televisi yang menyala hampa. Mereka berdua masih memikirkan kejadian malam kemarin dimana Keysha begitu mengagumi Alesha dan Amy seakan menahan tangisnya. Sepanjang malam itu Amy hanya terdiam dengan kekecewaannya. Padahal Amy berharap kedatangan William, Alesha dan Chris akan membuat Keysha menginginkan ibu baru. Menginginkan keluarga utuh seperti keluarga William. Nyatanya Amy salah. “Apa Amy menelponmu?” Alesha menggeleng. “Ini, gara-gara aku. Kalau saja aku menolaknya, aku tidak tahu kalau Keysha akan seperti itu, Chris.” Chris menenangkan Alesha dengan membelai kepalanya dan memeluk istrinya. “Jangan menyalahkan dirimu seperti itu. kamu tidak salah, Sayang. Ini semua

