Tidak bisa dipungkiri, amarah, sedih, bahagia, segala jenis emosi tidak akan bertahan lama karena waktu terus berjalan, bumi terus berputar. Jika hidup hanya memiliki satu emosi, entah bagaimana jadinya manusia di bumi. Nana percaya bahwa hal baik dan buruk yang ia jalani adalah rasa nikmat yang diberikan Tuhan. Sedikit demi sedikit guratan nama Bara yang ada di hatinya kian memudar, tidak mudah untuk melupakannya, namun pengalaman mengajarkan arti bertahan hidup sesungguhnya. Jika terus terlena dalam kesedihan, Nana tidak akan tahu bahwa ada rasa tenang dan aman di rute selanjutnya. Jika dihitung, genap sudah dua bulan menjalani hidup tanpa Bara. Semua kembali normal, menjalani hari-hari seperti sedia kala—jauh sebelum mengenal Bara—meskipun sementara waktu Nana memutuskan untuk tidak b

