Part 67

2133 Words

Aku mencebikan bibir. Ocehan Pak Reza benar-benar terlalu berlebihan. Apa gunanya bertamu ke rumah kedua orang tuaku. Hubungan kita hanya sebatas teman tidak lebih. Senyum Kak Sofi semakin aneh dan tidak jelas. Pasti hendak menggodaku lagi. "Ngapain ketemu Papa?!" Aku kesal saat Pak Reza dengan mudahnya menceritakan tentang keluargaku. "Ga usah sensi dan kegeeran. Aku sama Papa itu cocok. Sama-sama suka makanan enak buatan Mama." Pak Reza dengan tegas menjelaskannya. Otakku justru melenceng jauh. Berpikir yang tidak penting. Membayangkan jika mantan guru PPL ajaib ini akan mendekati Mama. Tidak boleh dibiarkan. Aku tidak mau punya papa tiri yang usianya tidak jauh beda dengan Bang Ghani. "Mikir apa kamu? Mikir aku lamar kamu? Kejauhan!" Pak Reza menyentil keningku dengan keras. Ak

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD