Setelah berkeliling selama satu jam dan tidak menemukan warung makan yang cocok. Aku meminta pada Pak Reza untuk pulang ke tempat indekos dengan perut lapar. Pun dengan guru Matematika kelas satu ini. Pasti lapar juga. "Na, makan di dekat indekos Mas aja, yuk," ajaknya sambil mengelap keringat yang ada di dahinya. Cuaca siang ini memang terik dan aku pun berkeringat. Mungkin sore nanti akan hujan. Karena panasnya ini luar biasa dan langit sedikit mendung. Aku menoleh ke arah Pak Reza. Memastikan ucapan yang keluar dari mulutnya. "Dari tadi bilangnya, udah kepanasan dan kelaparan kaya gini baru bilang." Aku bersungut kesal pada laki-laki yang ada di sebelahku. Hanya kekehan tawa saja yang terdengar saat ini. Ada yang berubah dari sikap beliau. Tidak lagi agresif seperti saat PPL di s

