Pagi yang entah pukul berapa, aku dan Pak Reza sampai di Stasiun Tugu Yogyakarta. Mata ini masih mengantuk karena terpejam pukul sebelas malam. Tidak nyaman saat tidur di kereta. Ada saja kegaduhan yang terjedi. Entah pengamen atau penjual kaki lima yang berdagang dan ikut masuk ke dalam kereta. Pak Reza pun keadaannya sama denganku. Lelah dan mengantuk. Dari Stasiun Tuga masih jauh jika harus ke tempat indekosku. Pak Reza berinisiatif memesankan taksi untuk menuju tempat indekos. Awalnya aku menolak, mengingat pasti akan sangat mahal biayanya.Beliau tidak ikut ke tempat indekos karena ingin langsung beristirahat. Kami berpisah di Stasiun Tugu ini. Taksi melaju membelah jalanan Minggu pagi kota Yogyakarta menuju tempat indekosku. Tidak ada obrolan lebih lanjut antara diri ini dengan s

