Part 72

2334 Words

Tanpa persetujuan dariku, Pak Reza sudah memesan travel yang dikatakannya. Hanya helaan napas yang keluar dari mulut ini. Tidak akan pernah bisa melawan keinginannya. Entah, aku pun bingung jika beliau sudah memerintah atau menginginkan sesuatu. Selalu saja diri ini menurut tidak bisa menolak atau menghindarinya. Aku kembali meraih ponsel dan kembali mengabari Papa. Tidak jadi naik bus, tetapi menggunakan jasa travel. Akhir pekan biasanya tarif travel akan naik berkali lipat. Tidak apalah, terpenting bisa sampai ke Solo dan bertemu dengan Papa dan Mama. Rindu terhadap kedua orang tuaku tidak bisa lagi ditahan. Aku bersiap dengan perlengkapan yang harus dibawa nanti. Tas ransel dan buku-buku pelajaran. Pun belum sempat memfotocopi buku latihan soal yang minggu lalu aku pinjam dari perpu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD